 | Ahlan Wa Sahlan | |
life is beautiful, subhanallah.
  | Photos | |
BEM UI 07 11 Photos, 9 comments
ini foto yg diambil dari facebook Mbak Manda 1 Photo, 4 comments
BPH BEM Ai 5 Photos, 2 comments
Fauzan, Rimas, & Guritno 1 Photo
|
  | Blog | |
Mengenal 9 Syuhada Gaza Kapal Mavi Marmara* 1. Ibrahim Bilgen , 61 tahuseorang insinyur listrik dari kota Siirt. Anggota Organisasi Kehormatan Insinyur-Insinyur Listrik Turki. Aktif... more
 |  | Music | |
Damai di Gaza sekarang juga, hentikan pembantaian rakyat Palestina!!!!!
  | Guestbook | |
 | Assalamu'alaikum.. punya banyak akun di dunia maya kok gak bilang2. Salam ukhuwah. |
 | aslm.... eh..eh..ada kakak rumbel jg di sini toh? :D pa kabar k rimas? *esok milad rumbel, datang kan? kan? :)
|
 | Tulisan ini dikirim dari IMAN SUPRIYADI Kauman Johar Semarang (Bantaran sungai Ciliwung Manggarai sebagai saksi) hubungi www.imankpr.multiplay.com Nabi Muhammad SAW berkata, “Orang dzalim dan bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan pahala sholat, zakat, puasa dan ibadah lainnya tapi ia juga datang dengan membawa dosa, menyakiti, mencerca, menuduh, mempersulit dan mengkhianati orang lain”,
Mengapa hadits di atas perlu saya sampaikan? Tidak syak lagi bahwasanya menyambung surat permohonan dikembalikan ( direstui ) cinta saya kepada putri. Di situ saya telah memohon maaf dan Ibu bapak telah memaafkan, tapi sungguh bagi saya itu hanya manis dibibir tapi lain di hati.Karena, jika itu benar maaf yang tulus. tentu Subhannallah, sekarang saya sudah menjalankan amalan yang mulia dan terpuji.menikah dengan putri dan menjadikan putri seperti kartini, perempuan mulia yang mencintai kemuliaan akhlak, selalu melindungi kehormatan, menolong orang yang kesusahan, mengenyangkan yang lapar, membagikan makanan, menyebarkan kedamaian, dan tidak pernah menolak orang yang minta bantuan.
Ataukah?( sambil memegang jidat nie:)Mengingat kembali tentang pembicaraan yang pernah ada sebelumny, saya jadi merasa ada alasan lain yaitu perbedaan status yang berbeda antara seorang yang giat mengamati kedunguan penguasa dengan seorang gadis yang berasal dari keluarga mapan dan dekat dengan kekuasaan.Sementara, mengenai alasan ekonomi, saya yakin ibu bapak tidak terlalu ragu karena telah memhami saya yang tidak menjadikan uang sebagai prioritas utama hidup melainkan akhlak dan ilmulah yang harus dikedepankan. llebih lanjut dalam pandanganku uang padsa hakekatnya tidak bisa membeli substansi tapi simbol dan kulit luar, seperti kritik parw penyair tentang uang, Uang bisa membeli apa? tempat tidur bukan tidur, buku bukan otak, makanan bukan selera, perhiasan bukan kecantikan, rumah bukan tempat tinggal, obat bukan kesehatan, kemewahan bukan peradaban, hiburan bukan kebahagiaan, agama bukan keselamatan.
Lebih lanjut, Ibu bapak, Ingatkah saya pernah berkata, “saya mencintai putri bukan karena asal orangtuanya. Saya sudah cinta sebelum mengetahui status ibu bapak.terlebih juga saya tidak butuh harta ibu bapak. Dan seandainya ibu bapak yang lebih tua meninggalkan dunia dulu, dan saya masih hidup. Saya menjamin akan meminta putri membawa sertakan harta anda.maksudnya harta ibu bapak akan diwakafkan atas nama anda sehingga menjadikan amal jariyah yang tidak akan pernah putus di akherat kelak”???
Namun demikian,jika situasi keraguan akan ekonomi mulai tumbuh. Saya pikir itu kurang bijaksana dan menyedihkan.Bukankah ibu bapak selalu mengajarkan bahwa Rezeki milik Allah, dari Allah dan akan kembali pada Allah.Dan saya selalu berusaha dan berdoa untuk mendapatkan kemurahan rezeki dari Allah untuk kemaslahatan kita dan yang lainnya .Allahumma Amin.
Saya berpikir Pertautan antara hadits di atas dan perbuatan ibu bapak itu ada, saya khawatir akan menghilangkan kebaikan yang ada.Tapi begitulah kenyataannya, tidak bermaksud memaksa,melainkan memohon kepada ibu bapak, restuilah saya dengan Cinta anda yang akan menghantarkan saya menuju cintaNya. Dan itu adalah hadiah yang paling sempurna bagi hidup saya, yaitu untuk membuat hubungan dari cinta itu, lalu lompat menuju Cinta Allah, kenikmatan yang paling luar biasa dan tidak bisa ditukar dengan kemewahan apapun yang ada di dunia ini.
Akhirnya, ketika ketakutan Hidup tanpa putri menyeruak ke dalam sanubari, saya harus berdzikir” Cukuplah Allah yang Akan menyelesaikan urusanku.Dia adalah sebaik-baik penolong dan sebaik-baik pelindung”.
Tamat |
 | Rengekan Cinta seorang Munafik/Bangsat ( surat kepad ortu perempuanku ) Mar 4, '09 6:10 AM for everyone Berikut adalah kisah nyata tentang cintaku yang sering kali terjadi....Di sini saya ingin memberikan kesaksian mengenai dosa2 terhadap perempuan2 suci yang pernah hadir dalam hidupku ( saya telah mencoba merusak mereka, perempuan2 suci )
Assalamualaikum warohmtullahi wabarokatuh,
Ibu bapak yang terhormat,
Pertama-tama, Demi Allah saya memohon ampun kepada Allah dan saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas perlakuan salah saya kepada putri selama ini. Bahwa saya bukan orang yang baik dan artinya sama dengan saya adalah munafik, fasik adalah kebenaran .Oleh karena itu, saya sangat memahami perasaan ibu bapak bahwasannya tidak dibenarkan putri mengambil saya jadi kekasihnya, karena dia harus mampu memilih kriteria-kriteria orang yang dijadikannya sebagai “teman”, baik dari segi sifat-sifatnya, perangai-perangainya atau lainnya yang bisa menimbulkan gairah “bercinta” sesuai pula dengan manfaat yang bisa diperoleh dari percintaan tersebut itu. Adapun bukan kesalahan ibu bapak menganggap tujuan saya berhubungan dengan putri karena tendensi nafsu, untuk sekedar bersenang-senang sehingga melarang kami berhubungan.
Namun demikian, ijinkanlah saya memberikan penjelasan diri atas segala penilaian itu, saya tidak ingin ibu bapak salah mengerti tentang saya karena sudah seharusnya tahu siapa saya. ( apa yang saya lakukan sudah pasti diketahui putri, termasuk sesuatu yang salah )
Saya ingin meluruskan pandangan tentang diri saya yang bukan orang baik, munafik dan keraknya neraka. Sungguh, berharap Ibu bapak lebih jujur dan adil menilai kemunafikan, oleh karena kita semua pasti dapat mengetahui bahwa sebagai seorang muslim dalam berbicara harus mempunyai niat Usiikum wa iyya" atau "usiikum wanafsi".... .yang artinya "saya mengingatkan diri saya sendiri terutama atau khususnya , dan para pendengar pada umumnya..... .... Jadi ketika saya "berkhotbah" atau mengasih tahu, pada intinya saya mengingatkan diri saya sendiri. Saya berusaha belajar bicara dengan sangat santun dan menjaga etika bicara untuk menunjukkan kematangan emosi.
Lebih lanjut, saya menyimpang dari apa yang pernah saya sampaikan selama ini?Iya benar, saya mungkin terhanyut dan terlena oleh kenikmatan bersama putri, tidak bisa mengendalikan perasaan fitrah yang bersemayam dalam jiwa meskipun maksud hati ingin berbagi kelembutan. Biar lebih dekat.
Tapi dengan hormat berharap ibu bapak tidak menghakimi saya berdasarkan hanya yang kelihatan saja, tetapi berdasarkan keadilan. Segala puji Allah yang telah membukakan mata hati saya untuk bisa memilah mana yang baik dan mana yang salah. Di luar pengakuan perlakuan salah saya sama putri, Dalam hidup Saya berusaha belajar berbicara untuk memberikan kabar gembira dan memperingatkan saya sendiri dan kita manusia dari segala kejelekan, memperbaiki jiwa saya sendiri dan kita manusia serta mensucikamnnya, meluruskan pemikiran saya sendiri dan kita manusia dari penyimpangan. Munafikkah saya?Naudzubillahi min zalik.
Kedua,menghaturkan banyak terimakasih dan senang sekali mendapat PHK ( Pemutusan hubungan kekasih ) dari Ibu bapak sehingga membuat saya jadi tersadar untuk introspeksi kesalahan2 saya sama putri yang seringkali tidak mengindahkan norma selama ini sehingga tidak akan lagi terus terusan menabung dosa. Suatu ketololan bagi saya adalah saat2 bersama putri berdua. Sesungguhnya Saya capai dan berjanji tidak akan pernah mengulanginya lagi
Selanjutnya Ibu bapak, ijinkan saya bercerita dengan kejujuran yang tidak dibuat-buat tentang cita cinta saya kepada putri untuk mengajarkan arti cinta sejati dari seseorang ke makhluk Tuhan bermata indah ( bukan roman picisan dan tanpa senda gurau (saya tidak ingin basa basi untuk ungkapkan bahasa cinta saya…) ).
Dengan menyebut nama Allah, saya putuskan untuk membela cinta. Saya ingin buktikan pada siapa saja, bahwa cara dan pasangan bercinta impian saya adalah benar. Saya tidak ingin apa-apa selain menikah dan hidup baik-baik sesuai dengan tuntunan suci yang saya yakini kebenarannya. Itu saja!!!.
putri jiwa insani yang lembut lagi bermata indah , perempuan impian saya, saya membutuhkan nia tidak untuk sekedar penyatuan kasih sayang antara dua jenis ( hubungan sex ), Saya ingin mendapatkan kenikmatan bersamanya melebihi dari orgasme. Sungguh, suatu keindahan bagi saya yaitu bersama nia hidup zuhud yang penuh taqwa, wara’ serta dzikir yg berkesinambungan, belajar ilmu Tuhan yg memncarkan sinarnya dalam hati, sehingga ia dapat menjadi sumber atau wadah ma’rifat, dan mencapai pengenalan Allah, memandang wajahNya, meraih cintaNya sehingga saya dimuliakan
saya sangat berharap kepada Allah untuk menganugerahkan saya cinta dari perempuan seperti putri.
Mengapa saya meminta perempuan seperti putri dalam hidup saya?kesederhanaan, perhatian dan Kelembutan hati yang penuh cinta kasih dan kesungguhan untuk memberi kebaikan kepada orang menjadikan segala sesuatu yang tidak hidup akan mengerti dan akan mencair seperti air. Semua itu adlah perbuatan yang dianjurkan oleh Allah
Itulah sebabnya saya merindu untuk melihat dan mencintai putri, tapi kini bagi saya pandangan fisik bukan lagi yang utama, jauh di mata dekat di hati, menjaga pandangan dan hati.Itu yang penting!!! Saya yakin apa yang tidak tampak dari putri oleh mata saya maka dikatakan kosong atau tidak ada, namun saya percaya dengn Allah bahwa putri yang tidak nampak dimatak saya masih terus dapat mendatanngi jiwa saya o ,
Mengenai Berdasarkan perbedaan yang jauh diantara kita,pertanyaan paling besar adalah, apakah kita berjodoh?
Jawaban saya adalah Islam artinya penyerahan diri, tapi juga bisa berarti ikhtiar. Jadi saya kalau mau putri, harus menyerahkan diri kepada aturan yang menganjurkan saya sukses. Agar saya bisa sukses dapat putri maka dibuat ikhtiar. Kesuksesan saya harus diupayakan dan diusahakan, bukan datang sendiri seperti KARUNIA. saya yang diam saja tidak mengikuti ikhtiar, meski mengaku mencintai putri, tetap juga tidak bisa sukses “Katakanlah kepada Allah, niscaya Dia akan mengabulkannya”( tentu dengan dukungan kualitas akhlak kita, Membaca Ayat Alqur’an, sholat tengah malam dan puasa yang tidak putus, Allah pasti akan membantu )
Sekali lagi, kata cinta" yang saya sampaikan adalah perjanjian saya dengan sang Khalik bukan senda gurau dan bukan untuk mengganggu dengan mengumbar perilaku liar saya. Tetapi sebuah pengalaman hidup yang tak ternilai harganya yang telah saya kecap dengan segenap jasad dan jiwa . Saya berharap harapan saya ini bisa melunakkan hati yang keras,melukiskan nuansa-nuansa cinta dalam kedamaian, serta menghadirkan kesetiaan pada segenap hati untuk menangkapnya. Melalui penghayatan cerita cinta, saya ingin memberi "jalan" atau tuntunan atau cara bagaimana mengenal Tuhan karena dengan cinta manusia akan menemukan jalan-jalan lurus mendekatkan diri kepada-Nya.
Terakhir, teringat petunjuk Al Qur'an yang menyerukan indahnya kebersamaan dengan pasangan yang mulia : "Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya dipagi dan disenja hari dengan mengharap keridhoan-Nya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini. Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas" (Al-Kahfi:28)
Maka kita yang benar-benar sadar dan mendapat pancaran sinar agama, tidak akan merasa terhina akibat bercinta dengan kesederhanaan meskipun secara lahiriyah, status sosial clan tingkat materinya tidak setingkat. Yang menjadi patokan adalah substansi kepribadiannya dan bukan penampilan dan kekayaan atau lainnya. "Pergaulan anda dengan orang mulia menjadikan anda termasuk golongan mereka, karenanya janganlah engkau mau berhubungan dengan selain mereka. “pergaulan Bercinta” itu bukan permainan.Itu mudah, tetapi sekali salah akan mendapatkan penderitaan di masa depannya. Pastikan pasangan yang dipilih adalah tepat.sebaliknya Bye...bye...!!!
Penutup,.saya tidak akan pernah mengatakan bahwa saya adalah orang yang baik dan pantas untuk putri, bahkan sedari awal ibu dan putri mengannggap saya seperti malaikt, saya saya merespond dngan tertawa ngakak dan mengatakan saya bukan seperti yang ibu dan putri duga ( dalam hati saya berkata, anda tertipu.karena saya memng berbadan manusia tapi hati iblis dan bertindak seperti binatang ).Namun demikian, suara hati saya berharap Semoga ibu bapak dapat lebih mengenal saya berdasarkan fitrah/BISIKAN NURANI, karena nurani adalah tidak pernah mengajak ke hal-hal yang jelek atau berbohong, maka semua aktivitas manusia yang didasari pada dorongan RUHANI/FITRAH pastilah hasil akhirnya akan selalu baik. Kepada Allah, berharap pada kemudian hari dapat bertemu putri lagi dalam limpahan rahmatNya.
Allahumma Amiiin
Salam Hormat dan sayang selalu
Iman
Tembusan:
Untuk Ibuku tercinta, saya malu akan dosa2 yang telah diperbuat. maafkan anakmu yang belum bisa berubah dari seorang bangsat
( bERSAMBUNG )
|
 | SALAM UKHUWWAH "semoga hari ini dalam naungan keberkahan"
www.lightiaorganizer.multiply.com |
 | oi...sejak kapan main bginian?? haha |
 | Assalamuálaykum Rimas maap br bales, iya alhmdulillah skrg lg di den haag, bantu-bantu aja di Perwakilan Indonesia d sini, rimas skrg lg d Semarang ni, wah boleh ni kapan-kapan ktemuan lg, insya Allah.. |
 | mampir dulu ah..di luar lagi hujan :-) |
 | lha alamatmu yang di Mampang apa? |
 | kabar baik Rimas. sudah selesai kul? kalau liwat di sekitar Mampang mampir to.. salam |
 | Dooorrr... ada ka rimas.... |
 | Alhamdulillah cukup rame. Bukan jaksa mas, tapi Perdana Menteri. Pusat Studi Otonomi Daerah itu di Hukum? atau di luar?
|
 | Wlkm.Wr.Wb. Inka, kami juga masih menunggu kiriman buku dari penerbit di Jogja, hari ini saya juga ketemu Tyan di Kampus, hopefully this project will be realized |
 | Salam. Rimas, yang bedah buku bareng PSOD apakah jadi? Inka menunggu kabar dari Rimas soalnya. Hehehe... |
 | Mohon maaf lahir bathin juga Kak Sofwan, ndak apa2 kok, he.3x rencananya saya mau ngundang Pak Dekan (Prof. Safri maksudnya) buat acara seminar Pusat Studi Otonomi Daerah (PSOD) bagaimana suasana Idul Fitri di Japan? |
 | Taqobbalallahu minna wa minkum...
Mohon maaf saya ndak bisa dapet kontak yang dulu njenengan minta je, Mas Rimas... |
 | KontraS mengundang Rekan-rekan sekalian dalam acara:
HUMAN LOVES HUMAN :"Ramadhan Untuk Kemanusiaan" Tempat : Lapangan Bulutangkis Univ. Pancasila (Depan Kantor KontraS Jalan Borobudur No.14 Menteng Jakarta Pusat) Hari / Tgl : Selasa, 23 - 09 - 2008 Waktu : 15.30 - 18.30 WIB Acara : Orasi Budaya oleh: a. Dr. Mochtar Pabottinggi b. KH Husain Mohammmad Musikalisasi Puisi dan Marawis Refleksi Ramadhan Keluarga Korban. Buka Puasa Bersama
|
 | Siaran Pers
Aliansi Kebangsaan
untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB)
Tentang
Pemukulan dan Pelecehan Seksual terhadap Nong Darol Mahmada
URUTAN PERISTIWA
Senin 15 September 2008, Nong Darol Mahmada aktivis AKKBB yang mengkoordinir saksi-saki dari AKKBB hadir dalam sidang Tragedi Monas Berdarah dengan para terdakwa Rizieq Shihab, Munarman, Mahsuni Kaloko, dan 7 orang laskar Front Pembela Islam (FPI). Sidang mereka dilaksanakan secara terpisah. Saksi-saksi dari AKKBB yang hadir waktu itu di antaranya: Nino Graciano, Oming, Bernard, Didi, dan Edi Juwono.
Pada pukul 17.00 digelar persidangan dengan terdakwa Munarman di ruang sidang Mr. R. Wirjono Projodikoro lantai 2 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Nong berada di ruang sidang menyimak keterangan saksi dari AKKBB: Bernard. Saat itu, Nong dipanggil oleh Guntur Romli, saksi korban dari AKKBB yang berada di teras ruang sidang.
Guntur melihat tujuh terdakwa dari laskar FPI—yang berseragam putih-putih, bersepatu bot, dan mengenakan baret—yang pada saat itu mereka telah menyelesaikan persidangannya, namun tujuh terdakwa dari laskar FPI itu bebas berkeliaran di teras dan halaman ruang sidang. Guntur juga melihat mereka dengan bebasnya turun naik gedung persidangan.
Di antara tujuh terdakwa itu tidak terlihat ada pengawalan dari aparat kepolisian ataupun kejaksaan. Mereka bebas ngobrol dan bercanda dengan massa dari FPI di teras ruang sidang. Guntur heran, mengapa tujuh terdakwa itu bisa bebas berkeliharan, semestinya setelah sidang mereka selesai, mereka dikembalikan ke ruang tahanan, bukan bebas berkeliaran apalagi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, karena di pengadilan tersebut yang hadir tidak hanya massa dari PFI, tapi juga dari AKKBB. Berkeliarannya tujuh laskar terdakwa FPI itu jelas-jelas mengancam saksi-saksi AKKBB yang pada sidang sebelumnya memberikan kesaksian untuk mereka.
Melihat kejanggalan itu, Guntur mengajukan protes pada seorang polisi di tempat itu namanya Jamal Alkatiri, anggota Polres Jakarta Pusat. Guntur bilang, “Pak, itu tujuh terdakwa dari FPI kok bisa bebas berkeliaran?” Jamal, oknum polisi itu malah balik bertanya, “siapa bilang mereka terdakwa, mereka itu pendamping, kamu siapa?” tanya Jamal dengan nada yang membentak. Guntur menjawab, “saya saksi korban dari AKKBB, saya sangat tahu mereka terdakwa, bukan pendamping”. Jawaban Guntur tidak memuaskan Jamal Alkatiri, malah Jamal semakin meninggikan suaranya, “kamu mau apa!” Ucapan dengan nana tinggi itu diteriakkan berulang-ulang, sehingga memancing perhatian massa FPI dan tujuh terdakwa dari FPI.
Guntur lantas minta tolong temannya untuk memanggil Nong agar menelpon pihak kejaksaan untuk menanyakan berkeliarannya tujuh terdakwa FPI itu. Nong datang, dan berusaha menjelaskan ke Jamal, namun Jamal tidak peduli, dengan wajah yang marah, dia terus mendekati Guntur sambil teriak-teriak. Untungnya ada staf Kejaksaan yang pada waktu itu lewat, dan Nong bertanya, “benarkah tujuh orang yang berseragam itu terdakwa?”, staf kejaksaan itu menjawab “iya”.
Teriakan Jamal Alkatiri terus memancing perhatian, Jamal juga semakin mendekat ke Guntur, seseorang yang memakai pakaian kemeja baris-baris yang berusaha menghalang-halangin ya malah didorong dengan paksa oleh Jamal. Massa FPI dan tujuh terdakwa dari laskar FPI itu terus mendekat: mengepung Guntur dan Nong yang terpojok di depan ruang saksi. Guntur dan Nong tidak bisa menghindari, massa FPI mengepung dari arah depan, kanan dan kiri, sementara di belakang Guntur dan Nong pagar batas lantai dua, mereka berdua bisa jatuh ke halaman Pengadilan Negeri.
Pada saat itu, seorang laki-laki memukul kepala Nong, dan dengan cepat laki-laki itu mundur sambil merunduk, dan menghilang di kerumunan. Seorang laki-laki lain yang dikenal, menggerayangi pinggang dan perut Nong, mencakar dan mencubit. Seorang laki-laki lain memukul perutnya.
Guntur dan Nong diselamatkan oleh aparat yang berpakaian safari cokelat dan dibawa ke ruang saksi, namun di ruang saksi tujuh terdakwa dari laskar FPI sudah berada di sana sambil teriak-teriak dan memaki-maki Nong, salah seorang dari mereka juga berusaha mengejar dan memukul Nong. Karena di ruang saksi lantai 2 tidak kondusif, Nong dan Guntur dibawa ke ruang saksi di lantai 1.
FAKTA
Dari peristiwa itu ada tiga hal:
Pertama, telah terjadi pemukulan dan pelecehan seksual terhadap Nong Darol Mahmada yang dilakukan oleh massa FPI.
Kedua, aparat (kejaksaan dan kepolisian) telah membiarkan tujuh terdakwa dari laskar FPI bebas berkeliaran tanpa pengawalan di ruang sidang, seharusnya setelah sidang selesai, mereka dikembalikan ke ruang tahanan.
Ketiga, aparat kepolisian yang seharusnya melindungi saksi korban, malah terlibat provokasi seperti yang dilakukan oleh oknum polisi bernama Jamal Alkatiri, dengan sikapnya yang arogan dia memancing massa FPI untuk melalukan kekerasan dan intimidasi terhadap massa dan saksi AKKBB
TUNTUTAN
AKKBB mengecam dan mengutuk anggota FPI yang telah melakukan pemukulan dan pelecehan seksual.
Kami juga menuntut kepada beberapa pihak:
Pertama, kepada Rizieq Shihab sebagai ketua FPI untuk meminta maaf secara terbuka atas nama anak-anak buahnya yang kemaren berlaku kurang ajar: memukuli dan melecehkan Nong, permintaan maaf tersebut harus dimuat di semua media pers nasional;
Kedua, jika dalam tempo 3x24 jam tuntutan pertama tersebut tidak dipenuhi, maka kami akan laporkan/adukan pidana kepada Polisi agar anak-anak buahnya itu ditangkap dan diproses hukum;
Ketiga, kepada pihak kepolisian agar melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan mereka; melindungi saksi (khususnya korban yang jadi saksi), menindak oknum polisi yang malah melakukan provokasi dalam peristiwa tersebut, dan menindak massa FPI yang telah melakukan pemukulan dan pelecehan terhadap Nong Darol Mahmada;
Keempat, kepada pihak kejaksaan agar melindungi saksi (khususnya korban yang menjadi saksi), dan tidak membiarkan para terdakwa bebas berkeliaran di arena persidangan.
Jakarta, 16 September 2008
CP:
Asfinawati
0812.821.8930
Lembaga-lembaga yang mendukung AKKBB:
Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), National Integration Movement (NIM), the Wahid Institute, Kontras, LBH Jakarta, PBHI Jakarta, Tim Pembela Pancasila, Yayasan Jurnal Perempuan (YJP), Jaringan Islam Kampus (JaRiK), Lembaga Studi Agama dan Filsafat (eLSAF), Kongkow Bareng Gus Dur, Generasi Muda Antar Iman, Crisis Center Gereja Kristen Indonesia, Institut DIAN/Interfidei, Masyarakat Dialog Antar Agama (MADIA), Komunitas Jatimulya, ILRC, eLSAM, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika, Jaringan Islam Liberal, Lembaga Kajian Agama dan Jender, Pusaka Padang, Yayasan Tunas Muda Indonesia, Konferensi Waligereja Indonesia, Komunitas Utan Kayu, Anand Ashram, Gerakan Anti Diskriminasi Indonesia (GANDI), Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, Forum Mahasiswa Ciputat, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Gerakan Ahmadiyah Indonesia, Tim Pembela Kebebasan Beragama, El_Ai_Em Ambon, Yayasan Ahimsa (YA) Jakarta, Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Dinamika Edukasi Dasar (DED) Jogjakarta, Forum Persaudaraan Antar-Umat Beriman Jogjakarta, Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Surakarta, SHEEP Indonesia Jogjakarta, Forum Lintas Agama Jawa Timur Surabaya, Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya, LSM Adriani Poso, PRKP Poso, Komunitas Gereja Damai, Komunitas Gereja Sukapura, GAKTANA, Wahana Kebangsaan, Komunitas Penghayat, Forum Mahasiswa Syariah se-Indonesia NTB, Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok, Forum Komunikasi Lintas Iman Gorontalo, Crisis Center SAG Manado, LK3 Banjarmasin, Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulawesi Selatan Makassar, Jaringan Antar-iman se-Sulawesi, Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG KALSEL) Banjarmasin, PERCIK Salatiga, Sumatera Cultural Institut Medan, Muslim Institut Medan, PUSHAM UII Jogjakarta, Swabine Yasmine Flores-Ende, Komunitas Peradaban Aceh, AJI Damai Yogyakarta, LBH Padang, Lensa NTB, PP Fatayat NU, Kapal Perempuan, Aliansi Masyarakat Depok Cinta Damai, AKUR Bandung, AKUR NTB, IPTP, Rumah Indonesia, Gerakan Nurani Ibu. |
     |  |      |
| |